Senin, 19 April 2010
| Kerusuhan Koja, Salah Siapa? Hot Topic Mon, 19 Apr 2010 15:25:00 WIB Meski kondisi di area pemakaman Mbah Priok, Koja, Tanjung Priok saat ini telah kembali nornal pasca konflik berdarah yang terjadi beberapa waktu lalu antara warga dengan petugas Satpol PP, namun persoalan itu tidak semestinya terhenti sampai di situ. Masih banyak urusan yang harus diselesaikan pemerintah akibat dari bentrokan itu. Salah satunya adalah mengusut secara tuntas mengenai siapa yang patut disalahkan atas terjadinya kejadian berdarah yang hingga menelan korban jiwa tersebut.Bentrokan warga dan petugas Satpol PP yang beberapa waktu lalu terjadi di Koja, Tanjung Priok memang membuat mata kita terbelalak menyaksikan kekerasan demi kekerasan yang terjadi di areal pemakaman Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad alias Mbah Priok. Konflik yang berujung tragedi berdarah itu sempat menjadi sorotan seluruh media pada hari itu. Konflik berdarah di Koja, Tanjung Priok memang ternyata tidak semudah yang kita bayangkan. Pasalnya, kisruh perebutan tanah itu sesungguhnya telah membara sejak 23 tahun silam. Namun pada akhirnya, persoalan itu semakin ruwet dan kembali memanas hingga akhirnya berujung tragedi berdarah. Meski saat ini suasana di Koja, Tanjung Priok telah kembali normal dan pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun pada hari Kamis (15/04/10) lalu telah menggelar mediasi dengan seluruh pihak yang bersengketa terkait rencana pembongkaran areal makam keramat Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad alias Mbah Priok dan memutuskan untuk tidak membongkar atau menggusur makam Mbah Priok, namun hal itu dianggap belum cukup untuk mengobati kekesalan para keluarga korban akibat kekerasan yang menimpa anak maupun ayah mereka pasca bentrokan itu. Tidak hanya itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahkan menuntut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk peduli terhadap anak-anak korban kerusuhan berdarah di Tanjung Priok yang terjadi beberapa waktu lalu. “KPAI mendesak Gubernur DKI, Fauzi Bowo untuk peduli terhadap nasib anak-anak korban kekerasan Tanjung Priok. Gubernur harus menyediakan data yang otentik, salah satunya mengenai jumlah korban untuk memudahkan penanganan,” jelas Ketua KPAI, Hadi Supeno kepasa media. Selain itu, KPAI juga menambahkan bahwa telah terjadi dugaan pelanggaran HAM saat Satpol PP menyerbu makam Mbah Priok. Tapi, apakah hanya Pemprov DKI saja yang harus bertanggung jawab atas kejadian bentrokan tersebut? Tidak ada pihak lainkah yang harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut? Karena, beberapa petugas Satpol PP pun ternyata tidak sedikit yang menjadi korban dari amukan warga saat itu. Tidak hanya babak belur dan masuk ruang ICU akibat dihajar massa, beberapa orang petugas Satpol PP bahkan ada yang diketahui meninggal dunia karena dipukuli dengan benda-benda tajam oleh warga yang ngamuk. Jadi sudah seharusnyalah pemerintah pusat ikut menangani kasus kekerasan yang terjadi pada saat bentrokan, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Kalau memang petugas Satpol PP yang dinyatakan bersalah melakukan tindak kekerasan, maka petugas yang terlibat dan bertanggung jawab lah yang harus menerima sanksi. Namun, jika ternyata bentrokan itu terjadi karena ada aksi provokasi dari sebaian warga, pemerintah dan juga pihak yang berwajib lah yang harus menyelidiki hal tersebut dan menangani sampai tuntas. Jadi, sebenarnya siapakah pihak yang harus bertanggung jawab dan bersalah atas bentrokan yang terjadi di kawasan pemakaman keramat Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad alias Mbah Priok? (sukma/berbagai sumber) |
| Sumber: CBN |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Recent Posts
Halaman
Times
Welcome
Terima kasih udah mampir ke Blog TAMFARAN,
Sering-sering ke sini ya, dan jangan lupa dicomment
and disebelah kanan kamu ada CHATBOX di isi ya
Sering-sering ke sini ya, dan jangan lupa dicomment
and disebelah kanan kamu ada CHATBOX di isi ya
About Me
- Tamfaran
- struktur organisasi :
Direktur Utama :
WICAKSONO LUGAS DWICAHYO.
Direktur Eksekutif : MUHAMMAD CHAIDIR MELAYOE.
Manager bag.Kesektariatan : NURHALIMAH.
Manager bag.Administrasi Keuangan : RIZKY IKHWAN.
Manager bag.Operasional : SYAIFUL AMRI.
Manager bag.Personalia : FIKRI NUDHUDA DINUL.
Manager bag.Teknologi Informasi : AHMAD HAKIKI.
Manager bag.Pendidikan Kepelatihan : MUHAMMAD AKBAR.
Meski kondisi di area pemakaman Mbah Priok, Koja, Tanjung Priok saat ini telah kembali nornal pasca konflik berdarah yang terjadi beberapa waktu lalu antara warga dengan petugas Satpol PP, namun persoalan itu tidak semestinya terhenti sampai di situ. Masih banyak urusan yang harus diselesaikan pemerintah akibat dari bentrokan itu. Salah satunya adalah mengusut secara tuntas mengenai siapa yang patut disalahkan atas terjadinya kejadian berdarah yang hingga menelan korban jiwa tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar